Imam Akbar: Moderasi, Salah Satu Karakteristik Islam Paling Menonjol
Ketua Dewan Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Dr. Ahmed Al-Tayeb menegaskan bahwa moderasi adalah salah satu karakteristik Islam yang paling menonjol. Karenanya, Islam dikenal sebagai “agama moderat”.
Menurut Imam Akbar Al-Azhar ini, Islam sebagai agama moderat itu sesuai dengan ayat Al-Qur'an, “Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan...” (QS Al-Baqarah [2]: 143).
“Dalam ayat ini, Allah menggambarkan Muslim sebagai bangsa yang dibimbing di jalan yang benar sebagai pembanding dari bangsa lain yang menyimpang darinya,” pesan Imam Akbar Dr Ahmed Al-Tayeb, Jumat (7/5/2021).
Menurut Dr. Ahmed Al-Tayeb, ketika Al-Qur’an menyebut umat Islam sebagai ‘ummat al-wustha’ yang bisa dipahami juga sebagai ‘umat al-‘adl’, bukan berarti sifat keadilan ini melekat di setiap individu umat. Akan tetapi maksudnya adalah tetapnya sifat adil sebagai karakter masyarakat Muslim.
Nabi Muhammad mengajarkan bahwa ummatnya itu terjaga dari kesepakatan untuk melakukan kesesatan dan kesalahan. Sehingga setiap tindakan yang disepakati dan disetujui bersama maka itu sah dilakukan dan memiliki pembenarannya. Nabi Muhammad berpesan, “Allah tidak mempersatukan bangsa ini dalam kesesatan. Jika kalian melihat ada perbedaan, maka ikuti pandangan sebagian besar atau al-sawad al-a’dham”.
Berkenaan dengan itu, Imam Akbar mengajak pemimpin dunia Muslim untuk mengambil tanggung jawab atas peran besar yang telah dipercayakan. Moderasi beragama adalah kebutuhan untuk realitas kontemporer.
“Dunia saat ini membutuhkan ‘tuntunan Ilahi’ yang dinyatakan sebagai ‘jalan yang lurus’, layaknya kebutuhan pasien dengan penyakit bawaan dan sosial yang membutuhkan dokter yang bijaksana dan ahli dalam pengobatan,” tuturnya.