Hari Pendidikan Internasional, MHM Tegaskan Pendidikan Hak Mendasar Manusia dan Landasan Kemajuan Bangsa
Hari Pendidikan Internasional
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syek Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menekankan bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar. Pendidikan juga merupakan landasan untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan masyarakat.
“Kami menyerukan kepada organisasi dan lembaga internasional terkait untuk mengintensifkan upaya mereka dalam menjamin penyediaan pendidikan bagi kelompok rentan dan kurang beruntung secara ekonomi yang tidak dapat mengaksesnya, serta mendorong inklusivitas dan kesetaraan dalam kesempatan belajar,” demikian penegasan MHM melalui siaran pers, Rabu (24/1/2024).
Keterangan ini disampaikan MHM berkenaan dengan Hari Pendidikan Internasional, yang diperingati setiap 24 Januari. MHM menyoroti bahwa agama Islam mendorong pencarian ilmu pengetahuan, mengingat itu adalah warisan para nabi. Ayat pertama yang diturunkan dalam Al-Qur'an memerintahkan membaca yang merupakan kunci segala ilmu. Dalam QS Al-‘Alaq disebutkan, "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."
“Islam telah menjadikan menuntut ilmu sebagai jalan menuju surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis mulia: “Barangsiapa menapaki jalan dalam mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim),” sebut MHM.
Allah SWT meninggikan derajat ilmuan dan ulama, dengan berfirman: “Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Dalam ayat lain, Allah berfirman: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.
“Oleh karena itu, MHM menegaskan kembali penolakan tegas terhadap perampasan pendidikan bagi anak perempuan dan kaum perempuan, yang merupakan hak mendasar yang dijamin oleh Syariah Islam,” tegas MHM.
Hal ini juga menegaskan komitmen MHM terhadap Dokumen Persaudaraan Manusia, yang ditandatangani bersama oleh Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Paus Fransiskus dari Gereja Katolik, di Abu Dhabi pada 2019. Dokumen tersebut menekankan bahwa pendidikan merupakan hak mendasar bagi seluruh umat manusia dan tidak boleh diabaikan oleh siapa pun, khususnya perempuan dan anak. Pendidikan juga berperan penting dalam menciptakan generasi tercerahkan yang mampu membawa pesan persaudaraan, hidup berdampingan, dan perdamaian.
MHM selama ini terus melakukan upaya signifikan dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan serta menyebarkan pemikiran moderat dan tercerahkan melalui berbagai inisiatifnya. Dengan lebih dari 220 publikasi, upaya MHM ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahpahaman, menghadapi ideologi ekstremis, dan mengatasi segala bentuk kebencian, kefanatikan, dan diskriminasi.
Selain itu, MHM juga berpartisipasi dalam berbagai pameran buku internasional, termasuk Pameran Buku Internasional Kairo, yang dimulai hari ini hingga 6 Februari 2024. Ini menjadi bagian dari misi MHM untuk mempromosikan perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan.