Hari Lanjut Usia Internasional, MHM: Rawat Lansia dan Hargai Kontribusi Mereka
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM), yang diketuai Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa perayaan tahunan Hari Lanjut Usia Internasional pada tanggal 1 Oktober bukan sekadar acara simbolis. Lebih dari itu, perayaan ini berfungsi sebagai pengingat akan posisi terhormat para lansia, sebuah kesempatan untuk menghormati kontribusi seumur hidup mereka, dan momen untuk mengakui peran penting mereka dalam membangun masyarakat, membina generasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai.
Dalam pernyataan yang menandai kesempatan ini, Rabu (1/10/2025), MHM menggarisbawahi bahwa Islam memberikan status yang mulia dan bermartabat kepada lansia. Allah SWT telah mengaitkan kebaikan kepada orang tua dengan ibadah-Nya sendiri, dengan firman-Nya: "Sembahlah Allah saja, dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu." (Al-Qur'an, 4: 36). Demikian pula, Nabi Muhammad (saw) menganjurkan rasa hormat dan kasih sayang, dengan sabdanya: "Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi anak-anak kami" (HR. Ahmad). Ajaran-ajaran ini menegaskan bahwa merawat orang tua adalah kewajiban agama, moral, dan sosial — kewajiban yang mewujudkan esensi nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan kasih sayang dan kebajikan.
Majelis Hukama Muslimin lebih lanjut menyoroti pentingnya menjaga martabat orang tua, mengakui mereka sebagai memori hidup umat manusia — penjaga identitas dan akumulasi kebijaksanaan. Mereka mewujudkan kekayaan pengalaman dan wawasan hidup.
MHM menekankan bahwa mewariskan kebijaksanaan dan pengalaman tersebut antar generasi memperkuat masyarakat di masa krisis dan meletakkan dasar bagi masa depan yang lebih seimbang dan tangguh. Inisiatif ini menyerukan pemberlakuan undang-undang dan kebijakan yang menjamin kehidupan yang bermartabat bagi para lansia, termasuk akses terhadap perawatan kesehatan, sosial, dan psikologis yang komprehensif, serta program-program yang mendorong partisipasi aktif mereka dalam kehidupan bermasyarakat sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai mereka dan penegasan hak mereka untuk hidup bermartabat.
MHM juga menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk melindungi hak-hak lansia. Pada bulan Mei 2025, MHM meluncurkan—bekerja sama dengan Gereja Katolik dan Asosiasi Pensiunan Amerika (AARP)—sebuah dokumen global untuk mendukung para lansia dan pelestarian martabat mereka. Inisiatif ini menyajikan visi terpadu yang bertujuan untuk memperkuat upaya kolektif dalam mendukung para lansia dan menegakkan hak mereka atas kemandirian dan partisipasi penuh dalam masyarakat. Inisiatif ini juga berupaya untuk melindungi mereka dari segala bentuk diskriminasi, pelecehan, eksploitasi, dan penelantaran, serta menyediakan pemulihan yang efektif jika terjadi pelanggaran tersebut. Lebih lanjut, MHM menyerukan pemberdayaan para lansia untuk membuat pilihan yang tepat bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka, serta untuk memastikan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pribadi mereka dan menghormati preferensi individu mereka.