Hari Kesehatan Sedunia, MHM: Pelayanan Kesehatan adalah HAM, Harus Adil bagi Semua
Peringatan Hari Kesehatan Sedunia
Majelis Hukama Muslimin (MHM), yang dipimpin Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Ahmed Al-Tayeb, menekankan bahwa layanan kesehatan adalah hak asasi manusia yang mendasar dan prioritas utama untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran inklusif.
MHM menyoroti bahwa penyebaran penyakit dan epidemi merupakan salah satu tantangan paling signifikan yang dihadapi umat manusia. Kondisi ini merupakan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan keharmonisan sosial.
Melalui siaran pers, Minggu (7/4/2024), sehubungan Hari Kesehatan Sedunia, yang diperingati setiap tahun pada 7 April, MHM mencatat bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh penjuru dunia. MHM menggarisbawahi pentingnya kolaborasi global dan upaya kolektif untuk mengatasi tantangan kesehatan.
MHM juga mendesak pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk mengadopsi pendekatan multi-sektoral yang memprioritaskan investasi di bidang layanan kesehatan, memperkuat infrastruktur kesehatan, dan menjamin akses yang adil terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi semua orang, tanpa memandang status sosial mereka. latar belakang ekonomi, ras, atau nasional.
Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan sebagai kebutuhan mendasar manusia, bukan suatu kemewahan atau pilihan. Kehidupan manusia adalah suci dan tidak boleh dikompromikan atau disia-siakan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan merupakan salah satu kewajiban terpenting bagi setiap umat Islam. Sebab, hal ini memungkinkan mereka untuk menjalankan ibadah dan melakukan kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan komunitasnya. Dengan kesehatan yang baik, individu dapat secara aktif berkontribusi terhadap pembangunan dan perbaikan dunia.