Hari Keempat, Paviliun Iman di COP28 Bahas Pendanaan dan Pengalaman Komunitas Adat Hadapi Krisis Iklim
Sesi dialog pada hari Paviliun Iman di COP28
Paviliun Iman pada 28th Conference of the Parties (COP28) memasuki hari keempat, Senin (4/12/2023). Even ini tetap menarik minat dan keterlibatan yang besar dari para pengunjung di Blue Zone untuk mengikuti sejumlah sesi dialog yang berlangsung. Mereka mengapresiasi topik, wawasan, dan ide inovatif yang disajikan untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap isu-isu iklim dan memahami hubungan rumit perubahan iklim dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, pekerjaan, dan pendidikan.
Pembahasan pada hari keempat ini berpusat pada relasi yang rumit antara pendanaan, hak asasi manusia, dan keadilan iklim dari perspektif agama. Peserta dialog menggarisbawahi peran penting tokoh dan pemuka agama dalam memobilisasi komunitas dan mengadvokasi keadilan iklim serta isu-isu migrasi dan pengungsian yang disebabkan oleh iklim. Mereka juga menekankan dampak keterlibatan komunitas umat beragama terhadap wacana lingkungan dengan menambahkan dimensi etika dan moral untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan individu dan masyarakat.
Dalam sesi pembahasan keuangan sosial Islam untuk aksi iklim, para peserta menekankan bahwa kehadiran Paviliun Iman di COP28 merupakan langkah signifikan menuju mitigasi dampak perubahan iklim. Namun mereka juga menyerukan solusi praktis dan nyata untuk mengaktifkan tanggung jawab etis perusahaan, memastikan bahwa proyek mereka dalam melestarikan lingkungan dan sumber daya alam.
Dalam sesi dialog tentang investasi dan keimanan, mereka menggarisbawahi pentingnya investasi yang selaras dengan tradisi agama untuk mengatasi kemiskinan yang disebabkan oleh iklim. Mereka juga membahas cara-cara untuk menanggapi krisis pengungsian masyarakat dan mendukung upaya iklim global dengan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang secara aktif berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan akibat perubahan iklim.
Sesi dialog kelima berfokus pada pemanfaatan keberagaman, khususnya gender, keyakinan, dan perubahan iklim, serta menekankan perlunya kolaborasi untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan. Para peserta juga mengakui pentingnya peran perempuan adat dalam pelestarian lingkungan, serta mengakui pengetahuan dan pengalaman mereka dalam membangun ketahanan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Sesi dialog terakhir pada hari itu menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk menghormati nilai-nilai agama terkait dengan pelindungan dan keberlanjutan lingkungan serta menyebarkannya ke seluruh masyarakat.
Paviliun Iman di COP28 akan melanjutkan kegiatannya pada hari kelima dengan sesi dialog bertajuk “Memajukan Pemahaman untuk Dunia Kita Bersama”. Sesi ini akan menampilkan Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, dan akan membahas peran organisasi keagamaan dan pemimpin dalam meningkatkan pemahaman di tingkat lokal, regional, dan global.
Sesi lainnya akan fokus pada upaya menarik inspirasi dan pembelajaran dari komunitas adat, upaya mengatasi tantangan yang menghambat transisi yang diinginkan, keadilan di sektor energi, serta ikhtiar mendukung upaya komunitas dalam membantu para pengungsi dan anak-anak akibat perubahan iklim.