Hari Hidup Bersama dalam Damai Internasional, MHM: Dunia Sangat Butuh Suara Perdamaian, Bukan Bahasa Perang
Hari Hidup Bersama dalam Damai Internasional
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa nilai-nilai perdamaian dan hidup berdampingan adalah pilar fundamental untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan di berbagai negara dan masyarakat. MHM juga menegaskan bahwa Islam menganjurkan tersebarnya perdamaian di antara umat manusia, melarang pembunuhan, kefanatikan, dan diskriminasi, serta memerintahkan persamaan hak dan kewajiban, serta menjaga harkat dan martabat setiap manusia tanpa memandang warna kulit, ras, atau agama.
Dalam pernyataan pada Hari Hidup Bersama dalam Damai Internasional, yang diperingati setiap 16 Mei, Kamis (16/5/2024), MHM menekankan kebutuhan mendesak akan suara perdamaian dan bukan bahasa perang dan konflik yang disaksikan di banyak wilayah dunia saat ini. MHM sangat yakin bahwa toleransi dan niat baik adalah nilai-nilai inti yang melekat dan berakar pada sifat manusia. MHM juga sangat yakin bahwa perdamaian adalah pilihan optimal dan satu-satunya untuk membangun masa depan yang menjanjikan bagi generasi mendatang, yang ditandai dengan kehidupan bermartabat dan stabilitas tanpa perpecahan agama, ras, atau budaya.
Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa sejak awal berdiri, MHM terus berkomitmen untuk memupuk dan mempromosikan budaya perdamaian, penerimaan, dan rasa hormat terhadap orang lain. MHM juga berkomitmen melawan ideologi ekstremis dan segala bentuk kebencian, kefanatikan, dan diskriminasi.
Selama ini, MHM juga telah berupaya menerapkan dan meluncurkan berbagai inisiatif dan proyek perintis, termasuk dialog Timur-Barat yang berpuncak pada penandatanganan Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan oleh Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, di Abu Dhabi pada 2019.
Selain itu, MHM memprakarsai Konvoi Perdamaian Internasional yang melintasi benua, mengadakan berbagai seminar keagamaan, pertemuan intelektual, dan ceramah ilmiah yang bertujuan mengoreksi kesalahpahaman dan mendesak umat Islam untuk berintegrasi secara positif ke dalam masyarakat dan menjaga mereka agar tidak jatuh ke dalam perangkap kelompok ekstremis dan teroris.
Selain itu, MHM juga meluncurkan Emerging Peacemakers Forum dan Human Fraternity Fellowship Programe untuk membekali generasi muda agar menjadi pemimpin dalam pembangunan perdamaian dan meningkatkan hidup berdampingan secara damai di masa depan. MHM juga menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah lebih dari 10 konferensi internasional yang membahas isu-isu terkait dengan penyebaran dan konsolidasi budaya perdamaian dan hidup berdampingan.