Hari Hati Nurani Sedunia, MHM: Nurani, Kompas Etis Nilai Kebaikan dan Perdamaian
Peringan Hari Hati Nurani Sedunia
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menekankan pentingnya hati nurani sebagai kompas moral yang membimbing individu menuju nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan toleransi.
Melalui siaran pers, Jumat (5/4/2024), MHM menegaskan bahwa dunia saat ini sangat membutuhkan kebangkitan hati nurani manusia dan mendorong budaya perdamaian dan hidup berdampingan, terutama mengingat meningkatnya perasaan kebencian, kekerasan, ekstremisme, perang, dan konflik.
Pernyataan ini disampaikan dalam rangka Hari Hati Nurani Sedunia, yang diperingati pada 5 April setiap tahun. MHM menyatakan bahwa Islam dan hukum ketuhanan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan hati nurani sebagai pedoman mendasar yang mengarahkan individu untuk mengambil keputusan yang benar dalam hidup.
MHM menyerukan kepada setiap individu, institusi, dan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mengingatkan diri mereka akan nilai hati nurani manusia dan kemampuannya untuk memimpin perubahan positif di dunia dan membangun komunitas yang bercirikan perdamaian, keadilan, dan cinta.
Lebih lanjut, MHM dalam pernyataannya menjelaskan bahwa Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan, yang ditandatangani bersama oleh dua tokoh agama terkemuka di dunia, Grand Syekh Al Azhar Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, yang menyerukan peningkatan nilai-nilai toleransi, hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, menerima keberagaman, dan pluralisme, terjadi pada saat kritis, ketika dunia sedang dilanda konflik, perselisihan, kefanatikan, dan ekstremisme.
Dokumen Persaudaraan Manusia menjadi secercah harapan dan seruan bagi setiap hati nurani yang hidup untuk menolak kekerasan yang penuh kebencian dan ekstremisme buta serta menganut prinsip-prinsip toleransi dan persaudaraan.