Hari Guru Sedunia 2021, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb Soroti Kurikulum Pendidikan
Sejumlah pemimpin agama bertemu di Vatikan, Italia pada 5 Oktober 2021, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Sedunia. Pertemuan itu membahas isu pendidikan bertajuk “Menuju Kesepakatan Dunia Mengenai Pendidikan”.
Hadir di Vatikan, Imam Akbar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb menyampaikan perlunya memberi perhatian lebih besar pada kurikulum Pendidikan. Menurutnya, kondisi saat ini sangat menyedihkan karena kurikulum pendidikan secara perlahan mengalami pengikisan atas nama modernitas, keterbukaan, dan kebebasan. Padahal, kurikulum berperan penting dalam membentuk nalar, pengetahuan, rasa, dan budi pekerti anak-anak peserta didik.
“Kami, perwakilan agama-agama, merasakan adanya bahaya terhadap guru dan kurikulum pendidikan yang seolah berjalan di atas satu kaki,” ungkap Syekh Al-Azhar di hadapan peserta pertemuan.
Ia melanjutkan, “Kurikulum pendidikan kita sudah mulai menggantikan Tuhan dengan manusia, menggantikan aspek kerohanian dengan aspek materi belaka. Kurikulum itu oleh para guru dibuat sedemikian rupa sebagai akibat dari filsafat materialisme dan fisika murni. Dan, hal itu berlangsung cukup lama, hingga merasuk ke dalam diri manusia dan melumpuhkan kemampuan berpikirnya.”
Pada kesempatan itu, Syekh Al-Tayeb mengungkap pertanyaan yang kerap mengganggu pikirannya, tentang bagaimana mendekatkan modernitas pemikiran dan keilmuan Barat – yang selalu berupaya menancapkan pengaruhnya pada peserta didik di berbagai belahan dunia – di satu sisi, dengan kurikulum pendidikan lain yang menekankan aspek keilmuan dan teknologi dan nilai-nilai moral keagamaan di sisi lain. Dengan begitu, lanjutnya, pendidikan bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani manusia secara seimbang.
Ketua Majelis Hukama Muslimin ini mengaku bahwa mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, karena itu berarti seolah-olah berhadapan dengan dunia, sehingga harus meninjau ulang aspek terpenting dari komposisi yang membentuk peradaban. “Tetapi itu tidak berarti mustahil kita lakukan,” tegasnya.
Pertemuan para tokoh agama ini diprakarsai oleh Congregation for Catholic Education. Pertemuan ini melibatkan pemimpin berbagai agama di dunia. Tujuan dari pertemuan ini adalah menguatkan ‘Piagam Dunia untuk Pendidikan’ dan menitikberatkan pembahasan pada tantangan kontemporer dunia pendidikan dan guru masa kini.