Hari Braille Sedunia, MHM Soroti Pentingnya Braille Promosikan Inklusi bagi Penyandang Disabilitas Visual
Hari Braille Sedunia
Majelis Hukama Muslimin (MHM), yang dipimpin Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, Imam Besar Al-Azhar, menekankan peran penting Braille sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan penyandang disabilitas visual dengan berbagai bidang ilmu dan pembelajaran. MHM menyoroti bagaimana Braille mendorong integrasi sosial yang positif, memberdayakan individu-individu ini untuk menyumbangkan bakat dan keterampilan unik mereka demi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Dalam pernyataan yang menandai Hari Braille Sedunia, Sabtu (4/1/2025), MHM menyerukan pemanfaatan teknologi modern dan kecerdasan buatan untuk memaksimalkan manfaat Braille. Upaya-upaya ini akan mendorong penyandang disabilitas visual untuk membaca, belajar, dan terlibat aktif dalam masyarakat mereka.
Pernyataan tersebut juga menggarisbawahi rasa kasih sayang Islam bagi orang-orang yang memiliki tekad, khususnya orang-orang dengan gangguan penglihatan, dengan menganjurkan langkah-langkah untuk menyederhanakan kehidupan sehari-hari mereka dan memastikan mereka menerima tempat yang selayaknya di masyarakat. Islam memuliakan mereka di dunia ini dan akhirat, menjanjikan mereka berkah dan pahala. Dengan tekad yang luar biasa dan kemampuan unik mereka, banyak yang telah mencapai kesuksesan luar biasa di bidang-bidang seperti filsafat, manajemen, dan humaniora. Sejarah Islam dipenuhi dengan contoh-contoh kontribusi mereka yang menginspirasi.
MHM sangat mementingkan promosi Braille sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, perdamaian, dan koeksistensi manusia. Bekerja sama dengan the Zayed Higher Organization for People of Determination, MHM telah menerjemahkan Dokumen Persaudaraan Manusia—yang ditandatangani Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik, di Abu Dhabi pada 2019—ke dalam huruf Braille dalam bahasa Arab, Inggris, dan Italia. Inisiatif ini memastikan bahwa dokumen tersebut dapat diakses oleh orang-orang dengan gangguan penglihatan di seluruh dunia.