Grand Syekh Al-Azhar Bertemua Mantan Presiden Niger, Bahas Kerja Sama
.
Grand Syekh Al-Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslim (MHM), Imam Akbar Ahmed Al Tayeb menegaskan bahwa dunia saat ini sedang berada dalam fase kekacauan dan erosi standar, menjadi lebih keras dan menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang membentuk esensi agama. Grand Syekh mencatat bahwa Al-Azhar dan MHM tetap teguh dalam memenuhi misi mereka untuk menyebarkan perdamaian dan koeksistensi antarmanusia, meskipun konflik yang dihadapi dunia semakin meningkat.
Dalam pertemuan dengan Mahamadou Issoufou, mantan Presiden Niger dan anggota MHM, Minggu (26/10/2025), Imam Akbar menyatakan bahwa harapan untuk mencapai perdamaian dan koeksistensi manusia, tetap hidup, bahkan di tengah kekacauan dan dominasi peradaban materialistis. Imam Akbar menunjuk secercah cahaya redup di ujung terowongan gelap yang sesekali muncul untuk memperbarui harapan akan kemampuan menghentikan perang dan konflik—terutama setelah pengakuan negara Palestina oleh beberapa negara dan perjanjian damai Sharm El Sheikh untuk mengakhiri agresi terhadap warga sipil tak berdosa di Gaza.
Mengenai Afrika, Grand Syekh Al Azhar mengusulkan pembentukan sebuah komite yang terdiri dari tokoh-tokoh dan pemimpin agama terkemuka Afrika yang terkenal akan kebijaksanaan, integritas, dan komitmen mereka terhadap dialog. Misi komite tersebut adalah untuk meredakan krisis dan konflik di wilayah Sahel dan Tanduk Afrika. Imam Akbar juga menegaskan kesiapan Al-Azhar dan MHM untuk sepenuhnya mendukung kerja dan inisiatif komite, demi masa depan "Benua Emas", meningkatkan pemanfaatan sumber dayanya, serta memperkuat persatuan dan solidaritas bersama.
Mantan Presiden Niger Mahamadou Issoufou menyampaikan apresiasi atas upaya global Grand Syekh Al Azhar dalam mempromosikan perdamaian dan persaudaraan manusia, serta menampilkan citra Islam yang sejati. Mahamadou Issoufou memuji upaya Al-Azhar dan MHM dalam memajukan dialog dan perdamaian, menekankan bahwa peran ini menjadi semakin vital di tengah perang dan krisis yang melanda dunia—terutama di Gaza, Sahel, dan Tanduk Afrika. Mahamadou Issoufou juga mencatat bahwa dunia saat ini sedang mengalami krisis nilai yang sesungguhnya.
Mantan Presiden Niger menyambut baik usulan Imam Akbar untuk membentuk Komite Tetua Afrika guna meredakan konflik dan ketegangan yang ingin disulut oleh beberapa pihak di antara negara-negara tetangga Afrika. Mahamadou Issoufou menekankan bahwa perdamaian adalah pilar fundamental stabilitas dan pembangunan, dan bahwa pemberantasan kemiskinan dan penyakit di Afrika hanya dapat dicapai melalui perdamaian yang kokoh. Mahamadou Issoufou mendesak Grand Syekh Al Azhar untuk mengintensifkan kunjungan ke negara-negara Afrika guna menyampaikan pesan perdamaian kepada rakyatnya dan mendukung negara-negara yang menghadapi ketidakstabilan.