Grand Syekh Al-Azhar Bertemu Presiden Indonesia, Tekankan Perlunya Persatuan Arab dan Islam untuk Atasi Krisis
Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb bersama Presiden RI Prabowo Subianto
Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menerima kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Rabu (18/12/2024) di Mesir. Pertemuan keduanya membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama dua pihak dalam menguatkan dialog dan toleransi.
Imam Akbar menyambut hangat kehadiran Presiden Republik Indonesia dan delegasi yang menyertainya. Grand Syekh, menekankan adanya hubungan yang kuat antara Al-Azhar, Majelis Hukama Muslimin, dan Indonesia. Ketua MHM ini menyoroti dampak signifikan dari hubungan ini dalam memajukan upaya bersama untuk memberikan pemahana yang benar tantang ajaran Islam yang sebenarnya, mempromosikan pendekatannya yang moderat dan tercerahkan, mengoreksi kesalahpahaman, dan menumbuhkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai.
Grand Syekh juga menggarisbawahi pentingnya persatuan di antara negara-negara Arab dan Islam, dengan menyatakan bahwa solidaritas seperti itu adalah satu-satunya cara untuk mengatasi krisis yang sedang dihadapi dunia Islam. Ia mencatat bahwa negara-negara Islam memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk kemajuan dan kemakmuran dan menyatakan harapannya bahwa tantangan ini akan menjadi peluang untuk persatuan, kerja sama, dan prioritas yang lebih besar bagi kepentingan dan persaudaraan Islam.
Imam Akbar Ahmed Al Tayeb juga menyampaikan penghargaannya atas penyelenggaraan kantor regional MHM di Indonesia dan kesiapannya untuk memainkan peran penting dalam aliansi global para pemimpin agama, yang diselenggarakan oleh MHM dengan tema: Agama untuk Pembangunan dan Perdamaian.
Presiden Republik Indonesia menyampaikan kegembiraannya atas pertemuan dengan Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua MHM untuk kedua kalinya, setelah pertemuan awal mereka di Jakarta. Ia menyampaikan rasa hormat yang mendalam atas upaya Imam Akbar dalam memupuk nilai-nilai persaudaraan manusia, saling hidup berdampingan, dan memperkuat persatuan Islam.
Presiden juga menegaskan keyakinannya pada kemampuan negara-negara Islam untuk kembali menempati posisi terhormat dalam sistem global, mengingat sumber daya manusia dan alam yang melimpah yang menjamin pertumbuhan dan kemajuan. Ia lebih lanjut menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap persatuan Islam dan upaya signifikannya untuk mengatasi konflik internal, menyelesaikan ketegangan, dan mempromosikan dialog dan pemulihan hubungan.
Presiden Republik Indonesia juga menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah konferensi pertama MHM untuk Pembangunan dan Perdamaian, dan menjanjikan dukungan penuh untuk memastikan keberhasilan dan keunggulannya.