Dukungan MHM dalam Pemberdayaan Pemuda Promosikan Nilai Toleransi Banyak Diapresiasi
Seminar pada Paviliun MHM di Pameran Buku Internasional Uni Emirat Arab
Majelis Hukama Muslimin (MHM) kembali menyelenggarakan seminar pada Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2024. Seminar yang berlangsung Kamis (2/5/2024) bertajuk “Pemuda dalam Perjalanan Dewan Sesepuh Muslim".
Tampil sebagai narasumber, Yara Ahmed, Khalifa Khalid, Meera Al Mheiri, dan Meera Almazrouei. Mereka adalah lulusan Emerging Peacemakers Forum, yang diprakarsai MHM. Forum ini bertujuan memberdayakan dan membekali generasi muda dalam membina perdamaian, meningkatkan hidup berdampingan, dan menjembatani dialog dengan pihak lain.
Alumni Emerging Peacemakers Forum menyoroti perjalanan MHM dalam mempromosikan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan manusia dengan mengaktifkan peran para pemimpin agama dan berbagai lapisan masyarakat dalam upaya global untuk mengatasi berbagai permasalahan manusia, khususnya generasi muda. Mereka menegaskan bahwa MHM adalah pelopor dalam membina, memberdayakan, dan mendukung pemuda di berbagai bidang. MHM mendukung pemuda dalam pembangunan perdamaian, menanamkan budaya keberagaman dan pluralisme, serta berkontribusi pada keterbukaan, nilai koeksistensi, serta interaksi positif dalam keberagaman komunitas dan masyarakat.
Khalifa Khalid, lulusan Emerging Peacemakers Forum edisi pertama, menyatakan bahwa partisipasinya dalam forum tersebut merupakan tonggak sejarah yang luar biasa. Dia bisa bertemu dengan pemuda dari budaya, kebangsaan, dan agama yang berbeda, untuk merasakan hidup berdampingan yang tulus, serta bekerja sama menerapkan prinsip-prinsip perdamaian.
Selama mengikuti Emerging Peacemakers Forum, Khalifa Khalid juga merasakan pendekatan terpadu dan beragam yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan bersama, menghidupkan kembali toleransi dan hidup berdampingan dalam masyarakat dan negara. Khalifa menunjukkan bahwa para pemuda dari Emerging Peacemakers Forum berkontribusi dalam menyelenggarakan acara global yang unik, Konferensi Global Persaudaraan Manusia, yang berpuncak pada penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb dan pemimpin gereja Vatikan, Paus Fransiskus. Ini adalah dokumen terpenting dalam sejarah manusia modern.
Khalifa Khalid menambahkan bahwa kerja sama dan komunikasi di antara para lulusan Emerging Peacemakers Forum terus berlanjut bahkan setelah forum tersebut berakhir. Mereka bekerja dalam menerapkan strategi, proyek, dan inisiatif yang mendukung pembangunan perdamaian dan mempromosikan toleransi dan hidup berdampingan secara damai di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hasyim Yordania, Kerajaan Maroko, dan Uni Emirat Arab.
Meera Almazrouei, salah satu lulusan Emerging Peacemakers Forum edisi kedua, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MHM yang telah memberinya kesempatan untuk berpartisipasi. Dia merasa forum ini telah mengeksplorasi, belajar, dan merasakan pembangunan perdamaian, toleransi yang nyata, dialog yang menjembatani pemahaman satu sama lain.
Meera juga menekankan bahwa generasi muda memerlukan wacana yang menerjemahkan identitas dan nilai-nilai mereka, menyoroti toleransi agama Islam dan pendekatan moderatnya yang mencerahkan, menghadapi narasi ekstremis yang penuh kebencian dan bias, serta membangun jembatan komunikasi dengan generasi muda di Barat.
Meera Al Mheiri menunjukkan bahwa MHM tidak membatasi perannya hanya pada pelibatan pemuda dalam Emerging Peacemakers Forum dan inisiatif pemuda lainnya. Lebih dari itu, MHM juga memastikan pemberdayaan dan kualifikasi pemuda untuk menjadi duta perdamaian di banyak platform internasional, konferensi, dan acara.
Meera memuji upaya MHM dalam mendukung dan memberdayakan pemuda dan komitmennya yang terus-menerus untuk mendengarkan berbagai ide dan perspektif mereka serta mengambil manfaat dari mereka dalam mengembangkan inisiatif dan program yang ditujukan kepada pemuda dan kemanusiaan secara keseluruhan.
Yara Ahmed, lulusan lain dari Emerging Peacemakers Forum edisi kedua, mengulas salah satu inisiatif terpenting dalam hasil forum yang berfokus pada mengintegrasikan kewirausahaan, pemberdayaan pemuda, dan mengatasi masalah iklim dalam satu kompetisi. Kompetisi ini menerima sekitar 50 proyek pemuda dari 11 negara di seluruh dunia, yang bertujuan mendukung dan mendorong mereka untuk mengembangkan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam mengatasi krisis iklim. Ajang ini juga memberdayakan pemuda untuk berpartisipasi dalam dialog publik dan proses pengambilan keputusan mengenai kebijakan konservasi lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Yara Ahmed mengakhiri seminar dengan menyerukan bahwa kepercayaan terhadap generasi muda dan kemampuan mereka sebagai kekuatan pendorong perubahan dan kemajuan, sumber kreativitas dan inovasi, serta investasi dalam membangun masa depan cerah bagi bangsa.
MHM meluncurkan edisi pertama Emerging Peacemakers Forum di London pada 2018. Forum ini merupakan hasil kerja sama MHM dengan Al-Azhar dan Gereja Inggris. Edisi kedua forum ini diadakan pada Juli 2023 di Jenewa, Swiss, bekerja sama dengan Dewan Gereja Dunia dan Rose Castle Foundation. Dalam setiap edisi, forum tersebut diikuti 50 pemuda dan pemudi dari berbagai belahan dunia.
MHM berpartisipasi di Pameran Buku Internasional Abu Dhabi dengan lebih dari 220 publikasi dalam 5 bahasa berbeda, termasuk 22 terbitan baru yang membahas isu-isu intelektual utama. Selain itu, MHM juga menggelar serangkaian seminar yang berfokus pada topik-topik seperti dialog, toleransi, hidup berdampingan, pemuda, pembangunan perdamaian, dan lingkungan hidup. MHM juga menyiapkan sudut kaligrafi Arab dan beberapa kegiatan hiburan untuk anak-anak. Paviliun dewan terletak di Hall 10, Pavilion 10 C17 di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi (ADNEC).