Dr. Khalifa al-Zahiri: Syekh Al-Azhar adalah Tokoh Toleransi, Koeksistensi, dan Perdamaian
Seminar Peran Lembaga Pendidikan dalam Membangun Jembatan Toleransi dan Koeksistensi
Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan seminar tentang peran lembaga pendidikan dalam membangun jembatan toleransi dan koeksistensi. Seminar diselenggarakan sebagai bagian dari keikutsertaan MHM pada Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2023, di Abu Dhabi, Jumat (26/5/2023).
Hadir sebagai narasumber, Rektor Mohamed bin Zayed University for Humanities (MZUH) di Abu Dhabi Dr. Khalifa Al Dhaheri. Dia mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang diinisiasi MHM pada even Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2023. Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya perhatian MHM dalam penguatan nilai-nilai toleransi, koeksistensi, dan persaudaraan manusia.
Dr. Khalifa juga mengapresiasi Ketua MHM Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb atas peran dan upayanya mengusung nilai-nilai toleransi, koeksistensi, sekaligus juga menguatkan wacana keagamaan yang moderat. “Syekh Al-Tayeb, bersama Majelis Hukama Muslimin yang dipimpinnya, telah berperan besar dalam menguatkan kehidupan berdampingan secara rukun dan damai,” katanya.
Dr. Khalifa menegaskan bahwa pendidikan merupakan faktor utama dan terpenting dalam penanaman nilai-nilai moral. Ia menambahkan bahwa pendidikan ibarat imunisasi untuk menangkal pemikiran ekstrem. Ia mengatakan, “Akal dan mental manusia dipengaruhi oleh berbagai hal, yang terpenting di antaranya adalah faktor pendidikan.”
Pada kesempatan tersebut, Khalifa juga menambahkan bahwa kurikulum pendidikan merupakan wadah pengetahuan yang harus memiliki tujuan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan kewarganegaraan dengan menanamkan semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap konstitusi. Menurutnya, kurikulum pendidikan tidak bisa lepas dari nilai. Ia mengajak semua pihak terkait untuk melakukan langkah nyata dalam memahami budaya perbedaan yang merupakan dasar dalam hidup bermasyarakat.
Di sisi lain, rektor MZUH juga menegaskan bahwa informasi yang diterima oleh seorang mahasiswa harus mampu menguatkan nilai tertentu pada dirinya seperti nilai hidup bersama secara rukun dan damai, nilai kasih sayang, nilai keadilan, dan sebagainya. Ia menyampaikan bahwa MZUH yang didirikan pada 2020 itu memasukkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi ke dalam diktat dan kurikulum pendidikannya.
Dr. Khalifa juga mengapresiasi lahirnya Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Ketua MHM/Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Sri Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 2019. Ia mengakui bahwa dokumen bersejarah itu mengandung banyak nilai-nilai luhur kemanusiaan yang kemudian menjadi perhatian dunia, termasuk lembaga pendidikannya.
Seminar dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) MHM Konselor Mohamed Abdelsalam, Kepala Pusat Bahasa Arab Abu Dhabi Dr. Ali bin Tamim dan sejumlah tokoh lainnya itu tampak diikuti dengan penuh antusiasme oleh peserta. Mereka mengapresiasi upaya dan langkah Ketua MHM Syekh Ahmed Al-Tayeb atas sikapnya mempromosikan dan membela nilai-nilai perdamaian, koeksistensi, dan menerima orang lain.
Majelis Hukama Muslimin ikut serta dalam Pameran Buku Internasional Abu Dhabi 2023 dengan menampilkan buku-buku berkualitas dan menyelenggarakan sejumlah seminar dan dialog. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar, sekaligus meluruskan pemahaman yang keliru, tentang Islam dan ajarannya. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk membangun jembatan komunikasi dengan masyarakat dunia yang plural, bertitik tolak dari misi MHM dalam mempromosikan dan menguatkan kehidupan damai di masyarakat muslim dan nonmuslim. []