Direktur Al Hokama: Warisan Islam Berisi Contoh Integrasi Antar Ilmu Pengetahuan Menurut Standar Kontemporer
Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama, Dr. Samir Boudinar, dalam seminar di Stan MHM pada Pameran Buku Internasional Kairo 2024
Salah satu seminar yang diselenggarakan Stan Majelis Hukama Muslimin pada Pameran Buku Internasional Kairo 2024 mengangkat tema "Integrasi Antar Ilmu Pengetahuan: Model dari Warisan Islam." Seminar yang berlangsung Senin (29/1/2024) ini menghadirkan Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al Hokama, sebagai narasumber. Seminar dimoderatori oleh Saad Al-Mat'ani.
Dr. Samir Boudinar menyatakan bahwa warisan Islam mengandung contoh-contoh maju, menurut standar kontemporer, tentang integrasi antar ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa integrasi ini berasal dari fakta bahwa ilmu-ilmu ini bermula dari satu sumber, yang berkisar pada wahyu. Integrasi ini menggabungkan karunia wahyu, akal, bahasa, dan pengamatan alam semesta.
Dr. Boudinar memperingatkan upaya pemisahan pengetahuan dan sains. Hal itu menurutnya menyebabkan beragam seni dan sains saling bertentangan, sehingga menghambat pembaruan dan eksplorasi intelektual. Dia menekankan kebutuhan mendesak untuk menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan yang beragam.
Ia juga mengkritik seruan untuk meminggirkan warisan budaya, dengan menunjukkan bahwa hal tersebut bertentangan dengan hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. “Ilmu pengetahuan adalah serangkaian lingkaran yang saling terhubung di mana upaya-upaya selanjutnya dibangun berdasarkan pencapaian para pendahulunya,” sebut Boudinar.
Dia juga menyoroti kekayaan warisan budaya, dan mendesak pemanfaatannya di era saat ini demi kepentingan bangsa dan dunia.
Dr. Boudinar mengapresiasi peran Al-Azhar dalam integrasi pengetahuan. Al-Azhar telah mendirikan observatorium dan pusat penelitian dalam berbagai bahasa untuk memahami realitas masyarakat dalam bahasa masing-masing. Ia juga memuji Al-Azhar karena mengajarkan ilmu-ilmu pengantar kepada para muridnya dan menerbitkan banyak publikasi tentang akal, filsafat, dan masalah etika. “Semua upaya ini merupakan hasil dari integrasi ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Dr. Boudinar juga memuji peran MHM, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb. Organisasi ini beranggotakan individu-individu dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, spesialisasi, negarawan, serta pemimpin dari berbagai bidang dan benua. “Semuanya berkontribusi signifikan terhadap resolusi konflik dan promosi perdamaian, memberikan indikasi nyata adanya integrasi pengetahuan,” tegasnya.
MHM berpartisipasi dalam Pameran Buku Internasional Kairo ke-55, dari 24 Januari hingga 6 Februari 2024 . Stan pameran MHM pada Pameran Buku Internasional Kairo menampilkan beragam koleksi publikasi. Stan ini juga akan menggelar serangkaian seminar, kegiatan, dan acara yang berfokus pada peningkatan nilai-nilai perdamaian dan hidup berdampingan bersama di antara seluruh umat manusia.
Paviliun MHM terletak di samping paviliun Al-Azhar di Hall 4 di Pusat Pameran dan Konferensi Internasional Mesir di Tajammu’ Khamis Kairo