Di Najef-Irak, Delegasi MHM Dialog Persaudaran Islam dengan Ulama dan Dosen
Sekjen MHM Konselor Muhamed Abdelsalam bertemu sejumlah ulama dan dosen Universitas Darl al-‘Ilmi Imam Al-Khou’i, Najaf, Minggu (15/1/2023).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Muhamed Abdelsalam bersama delegasi tengah berada di Irak. Hari pertama kunjungan, mereka bertemu dengan sejumlah ulama dan dosen Universitas Darl al-‘Ilmi Imam Al-Khou’i, Najaf, Minggu (15/1/2023).
Pertemuan itu menjadi ajang diskusi antara delegasi MHM bersama sejumlah tenaga pengajar perguruan tinggi dan pakar pendidikan agama Najaf. Diskusi dipimpin mantan Menteri Kebudayaan Irak Dr. Hassan Nazim. Sebelumnya, Sayyid Jawad Al-Khoei menyambut kunjungan delegasi MHM. Dalam sambutannya, Sayyid Jawad al-Khoei mengapresiasi peran MHM yang dipimpin Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dalam mempersatukan umat Islam.
Sekjen MHM Abdelsalam dalam sambutannya menekankan bahwa misi MHM dititikberatkan pada persaudaraan Islam dan persaudaraan manusia dengan segala aspeknya: dari kesadaran sebagai saudara sampai kesadaran pada kesatuan asal dan akhir perjalanan semua individu manusia.
Abdelsalam juga mengemukakan bahwa misi itu pulalah yang disampaikan Ketua MHM pada Dialog Agama di Manama, Bahrain, beberapa waktu lalu. Pada kesempatan tersebut, Ketua MHM mengajak dilakukannya dialog internal umat Islam (Islam-Islam) demi mewujudkan persatuan dan mencegah perpecahan.
Sekjen MHM juga menyampaikan bahwa kunjungannya bersama delegasi MHM ke Irak bertolak dari ajakan Syekh Al-Azhar yang mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan. Abdelsalam menegaskan bahwa kunjungannya ke Irak sekaligus juga merupakan wujud silaturahmi antarsesama saudara yang memiliki kesamaan agama, bahasa, dan kebangsaan.
Selain itu, lanjut Abdelsalam, kunjungannya juga dalam rangka menyikapi berbagai tantangan yang dihadapi Islam dan umat Islam di dunia. “Kita semua berada di bawah payung yang sama: payung kemanusiaan,” kata Abdelsalam.
Abdelsalam mengutip ucapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. yang mengatakan bahwa jika ada orang lain yang bukan saudara kita dalam hal kesamaan agama, dia pasti saudara kita juga dalam kemanusiaan.
Abdelsalam menjelaskan bahwa kunjungan delegasi MHM ke Irak juga bertujuan untuk bersama-sama berpikir dan berdiskusi tentang hal-hal yang dapat membawa manfaat dan maslahat bagi umat dan bangsa. “Dan salah satu prioritas utama kemaslahatan itu—seperti yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan hari ini—adalah segera beralih dari situasi konflik yang menegangkan menuju rekonsiliasi, dari suasana tarik-menarik kepentingan menuju kerja sama yang membangun,” tegasnya.
Mengutip ayat Al-Qur’an, Konselor Abdelsalam menegaskan bahwa kerja sama adalah sesuatu yang diperintahkan Tuhan kepada umat Islam sebagai satu umat, umat yang terbaik. Abdelsalam juga mengingatkan bahwa posisi sebagai umat terbaik baru bisa dicapai melalui sikap saling menasihati dan dialog yang tulus. Sikap saling mengerti antara kelompok Sunni dan Syiah, katanya, adalah salah satu tugas bersama yang terpenting saat ini, demi menjaga Arab dan Islam dari berbagai tantangan dan ancaman.
Dialog ini berlangsung hangat dan mendapat banyak masukan dari peserta. Mereka menyambut baik ajakan Ketua MHM Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb untuk melakukan dialog internal umat Islam. Para peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh Ketua MHM dalam menguatkan persaudaraan manusia di dunia. Mereka sepakat menilai penting diadakannya pertemuan semacam ini karena berdampak positif dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian sosial di internal tubuh umat Islam. []