Dewan Masyarakat Muslim Dunia Ajak Pemuda Tebar Perdamaian dan Koeksistensi
Ketua Dewan Masyarakat Muslim Dunia (The World Muslim Communities Council) Ali Rashid Al-Nuaimi (kiri)
Ketua Dewan Masyarakat Muslim Dunia (The World Muslim Communities Council) Ali Rashid Al-Nuaimi mengapresiasi langkah Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang dipimpin Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb menggelar Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP). Giat kali kedua ini berlangsung di Jenewa, Swiss, 9 – 11 Juli 2023.
Apresiasi ini disampaikan Ali Rashid Al-Nuaimi saat menjadi pembicara pada salah satu sesi diskusi FPPP edisi II, Selasa (11/7/2023). Menurutnya, apa yang dilakukan oleh MHM adalah upaya memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkreasi dan menciptakan masa depan mereka sendiri. Al-Nuaimi mengatakan bahwa anak-anak muda adalah pembuat masa depannya sendiri.

Al-Nuami yang juga anggota Dewan Nasional Persatuan Emirat Arab (PEA) mengajak pemuda-pemudi peserta FPPP untuk terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan tidak bosan menebarkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, koeksistensi, dan menghormati orang lain yang berbeda.
PEA, kata Al-Nuami, adalah salah satu dari sekian banyak negara yang dapat dijadikan contoh kehidupan di mana terdapat kemajemukan, toleransi, koeksistensi, dan penerimaan terhadap pihak lain yang berbeda. Ia menyebut, setidaknya ada lebih dari 200 kewarganegaraan yang tinggal bersama dalam masyarakat Emirat Arab.
“Bukan hanya kewarganegaraan mereka yang berbeda, tetapi agama, budaya, bahasa, dan warna kulit pun juga beragam. Mereka semua lebur secara positif dalam satu masyarakat,” jelasnya.

FPPP edisi kedua ini diikuti 50 peserta dari 24 negara di dunia. Kepada mereka, Al-Nuami berpesan agar tidak bosan dalam menebar nilai-nilai cinta kasih dan kedamaian kepada sesama manusia. “Kalian harus bekerja dengan sungguh-sungguh menebrkan nilai-nilai kedamaian, koeksistensi, dan toleransi di mana pun kalian berada,” katanya.
Para pemuda itu juga dimotivasi bahwa mereka sesungguhnya punya potensi besar untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
FPPP yang digagas oleh Majelis Hukama Muslimin di Jenewa, Swiss, saat ini adalah edisi kedua setelah edisi pertama sebelumnya berlangsung di London, Inggris. FPPP edisi kedua ini terselenggara atas kerja sama antara MHM, Custle Foundation, dan Dewan Gereja-Gereja Dunia (The World Council of Churches). []