Delegasi MHM dan Al-Azhar Ceramah dan Jadi Imam Tarawih di Masjid Raya Makassar
.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Salat Taraweh Selasa (4/3/2025) malam di Masjid Raya Makassar. Imam Salat Taraweh dan pengisi ceramah adalah delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan Al-Azhar Kairo.
Mereka adalah Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla (Qori) dan Hamdy Fetyan Ahmad El Syeikh Aly (Dai). Keduanya lulusan Al Azhar Asy-Syarif Kairo Mesir yang didatangkan khusus ke indonesia melalui program kerja sama MHM dengan Ditjen Bimas Islam Kemenag dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Kedua syekh ini akan berada di Sulawesi Selatan selama sekitar 10 hari.
Kehadiran mereka disambut Ketua Yayasan Masjid Raya, Angregurutta Baharuddin HS, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid. Hadir juga, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Abd. Gaffar Menjadi penceramah dan imam Taraweh di Masjid Raya Makassar menjadi pembuka aktivitas keduanya di bumi Angin Mamiri ini.
Syeikh Ahmed Attia Ibrahim Gadalla yang berprofesi sebagai seorang Qori dan dan Hamdy Fetyan Ahmad El Syeikh Aly selaku Dai tampil perdana di Masjid Raya Makassar dan Jajarannya.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid mengapresiasi program kerja sama Dirjen Bimas Islam Kemenag dan MHM. Menurutnya, MHM dan Kemenag setiap Ramadan bekerja sama untuk mengirimkan para dai lulusan Al-Azhar ke beberapa negara yang dianggap paling penting di dunia Islam, dan terbanyak adalah Indonesia.
“Para ulama Al-Azhar Mesir memiliki pandangan keagamaan yang cocok dengan masyarakat Indonesia. Tradisi Keberagamaan di Indonesia memiliki pendekatan keislaman yang moderat dan selaras dengan nilai-nilai keberagamaan di Indonesia. Kami ingin menghindari paham yang terlalu keras, karena bagi kami pendekatan seperti itu tidak akan laku di masa depan,” ujarnya.
Kakanwil lalu berbagi bercerita tentang korelasi dengan program Asta Aksi Kemenag Sulsel yang sedang mengembangkan program ekoteologi dan mengarah pada penyelamatan lingkungan, termasuk rumah ibadah ramah difabel, dan juga kurikulum cinta. “Ini sesuai tagline Ramadan Menyenangkan dan Ramadan Menenangkan,” jelas Ali Yafid.
Kabid Urais Abd. Gaffar juga mengaku sangat senang dengan kedatangan dua syekh delegasi MHM dan Al-Azhar untuk syiar Ramadan di Sulawesi Selatan. “Ini kehormatan besar, di mana kita kedatangan Dai dari Al Azhar Kairo yang ditugaskan khusus selama bulan suci Ramadan untuk melakukan syiar. Kehadiran syekh di Sulsel ini disambut begitu antusias bukan hanya oleh Pemerintah daerah setempat tapi juga oleh Masyarakat Muslim kita di Sulsel,” ucap mantan Kakankemenag Kota Parepare ini.
Abd. Gaffar mengungkapkan, dirinya dan jajarannya di Bidang Urais akan mendampingi kedua Utusan tersebut selama berada di Sulsel hingga tanggal 14 Maret 2025.

Selain di Makassar, Syekh Ahmed Attia Attia Ibrahim Gadalla (Qori) dan Syekh Hamdy Fetyan Ahmad El Syeikh Aly (Dai) akan melakukan safari Ramadan di beberapa lokasi, antara lain: Masjid Agung dan Masjid Raya di Kab. Maros, Pangkep, Kota Parepare, Sidrap, Wajo, Bone dan Gowa, dengan jadwal sebagai berikut:
a. 4 Maret 2025 : Masjid Raya Makassar - Ceramah dan imam Tarawih
b. 5 Maret 2025 : Masjid Agung Maros - Ceramah dan Imam Tarawih
c. 6 Maret 2025 : Masjid Agung Pangkep - Ceramah dan Imam Tarawih
d. 7 Maret 2025 : Masjid Agung Parepare - Khatib dan Imam Sholat Jumat & Tarawih
e. 8 Maret 2025 : Masjid Agung Sidrap - Ceramah dan Imam Tarawih
f. 9 Maret 2025 : Masjid Agung Ummul Quraa Wajo - Ceramah dan Imam Tarawih
g. 10 Maret 2025 : Masjid Agung Bone - Ceramah dan Imam Tarawih
h. 11 Maret 2025 : Al Markaz Al Islami Makassar - Ceramah dan Imam Tarawih
i. 12 Maret 2025 : Masjid Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa - Ceramah dan imam Tarawih
j. 13 Maret 2024 : Masjid Al Ikhlas Kanwil Kemenag Sulsel - Kultum dan Shulat Dhuhur