Bertemu Quraish Shihab dan TGB, Thomas Banchoff Kagumi Piagam Persaudaraan Manusia
Pertemuan antara Prof. Dr. M. Quraish Shihab dan Dr TGB Zinul Majdi dengan Dr. Thomas Banchoff, di Jakarta.
Anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM), Prof. Dr. M. Quraish Shihab, menerima kunjungan Dr. Thomas Banchoff, di kediamannya di Jakarta, Senin (27/6/2022). Thomas adalah Director of Department of Government and Walsh School of Foreign Service, Vice President for Global Engangement, Georgetown University.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak berbincang mengenai isu-isu keagamaan, toleransi, dan koeksistensi antarumat beragama. Menjawab pertanyaan Thomas mengenai adakah satu ungkapan tertentu yang menggambarkan koeksistensi di atara berbagai elemen bangsa yang sangat beragam di Indonesia, Quraish Shihab yang pada pertemuan itu didampingi Anggota Komisi Eksekutif MHM Dr Muhammad Zainul Majdi (TGB) mengatakan “Bhinneka Tunggal Ika” adalah ungkapan dan semboyan yang menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam berkoeksistensi.
Dr. Thomas juga menyampaikan kekagumannya terhadap Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Syekh Al-Azhar Imam Akbar Ahmad Al-Tayyeb, Ketua MHM, dan Pemimpin Katolik Paus Fransiskus di Abu Dhabi, Februari 2019. Dalam piagam itu disebutkan secara cukup jelas bahwa keberagaman, termasuk dalam hal beragama, adalah kehendak Tuhan.
“Pernyataan ini sekaligus menjawab sikap sebagian pemeluk agama tertentu yang menginginkan semua orang menganut agamanya dan bahwa Tuhan hanya menginginkan agama tertentu,” katanya menegaskan.
Mengenai kerukunan antarumat beragama yang berkembang baik di Indonesia, Quraish menegaskan bahwa hal itu tidak lepas dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Menurut pakar tafsir Indonesia itu, Islam masuk ke Indonesia tidak melalui perang atau penaklukan, tetapi melalui akhlak luhur dan perilaku baik yang diperlihatkan para pedagang Arab yang datang ke Indonesia. Hal itu berdampak besar pada penerimaan masyarakat terhadap ajaran Islam yang mereka bawa.

Ketiga tokoh agama yang aktif dalam mempromosikan toleransi dan koeksistensi antarumat beragama itu juga menyinggung bahwa yang sering mengganggu kerukunan beragama adalah politik. Kepentingan politik tertentu yang mengatasnamakan agama sering kali mengganggu dan memecah kerukunan, bukan hanya antarpenganut agama yang berbeda, bahkan antarpenganut agama yang sama.
Secara khusus, M Zainul Majdi menjelaskan model keberagamaan umat Islam di Indonesia yang merujuk pada jalinan akulturasi antara nilai-nilai Islam dengan kearifan budaya lokal. “Sebelum Islam datang,” kata TGB, di Indonesia sudah ada agama Buddha, Hindu, dan budaya masyarakat setempat. Ulama-ulama penyebar agama Islam di Indonesia kemudian mengadopsi tradisi dan budaya lokal itu sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai pokok ajaran Islam.”
Dalam kunjungan dua hari di Indonesia, Dr. Thomas direncanakan akan berkunjung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sejumlah perguruan tinggi Indonesia untuk menjajaki kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan.
Pada akhir pertemuan, Quraish Shihab berharap kepada Dr. Thomas adanya kerja sama antara pihak Georgetown University dengan MHM dalam membumikan nilai-nilai yang dikandung dalam Piagam Persaudaraan Manusia. []