Bertemu PM Denmark, Syekh Al-Azhar Serukan Perlunya Hentikan Penjajahan Pemikiran dan Budaya
Grand Syekh Ahmed Al Tayeb saat menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen di kantor Syekh Al-Azhar, Kairo, Senin (13/3/2023). (foto: Bawwabah Al-Azhar)
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menegaskan bahwa dunia saat ini sangat memerlukan agama yang oleh sebagian kalangan sengaja dipinggirkan dan disembunyikan dari kehidupan masyarakat. Syekh Al-Azhar menambahkan bahwa istilah ‘kebebasan’ sering kali disalahgunakan oleh banyak kalangan di Barat.
Penegasan ini disampaikan Grand Syekh Ahmed Al Tayeb saat menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen di kantor Syekh Al-Azhar, Kairo, Senin (13/3/2023). Pertemuan itu membahas isu-isu global yang menjadi perhatian bersama sekaligus juga membahas peluang kerja sama yang dapat dijalin antara Denmark dan Mesir.
“Tidak jarang mereka (kalangan Barat) justru memaksakan pandangan, budaya, dan kebiasaan mereka kepada masyarakat Timur,” uangkapnya. Imam Akbar Syekh Al-Azhar mengemukakan beberapa contoh kasus, antara lain: perilaku seks menyimpang yang disebarkan oleh Barat kepada masyarakat Arab dan Timur Tengah melalui kanal-kanal televisi.
Pada kesempatan itu, Ketua Majelis Hukama Muslimin juga mengemukakan bahwa dengan tindakan itu, Barat seolah sedang melanggar hak asasi manusia, hak anak-anak, dan hak institusi keluarga. Tindakan seperti itu, menurut Syekh Al-Azhar, jelas bertentangan dengan ajaran agama dan fitrah suci manusia. Selain itu, “Tindakan seperti itu juga merusak keseimbangan sistem dan sunatullah,” jelasnya.
Syekh Al-Tayeb kemudian menyampaikan perlunya menghentikan bentuk penjajahan baru itu: penjajahan pemikiran dan budaya.
Di akhir pertemuan, Syekh Al-Azhar menyampaikan bahwa, bagi masyarakat Timur, berpegang teguh pada ajaran dan nilai-nilai agama merupakan bagian tak terpisahkan dari jatidiri yang mereka junjung tinggi. Praktik kebebasan berekspresi, tambahnya, tidak berarti melecehkan orang lain atau simbol-simbol keyakinan agama lain.
Sementara itu, PM Denmark Mette Frederiksen menyampaikan apresiasi negaranya kepada Syekh Al-Azhar, Ketua MHM, atas upaya yang dilakukan oleh Al-Azhar dalam menyebarkan nilai-nilai persaudaraan manusia, perdamaian, dan hidup berdampingan secara rukun dan damai. PM Frederiksen menegaskan bahwa negaranya sangat menghormati hak untuk berbeda. Denmark memberi perhatian besar untuk menguatkan komunikasi antara Timur dan Barat, meningkatkan hubungan persahabatan antara masyarakat Timur dan masyarakat Barat. []