Beri Selamat dan Penghargaan pada Wisudawan Al-Azhar Mesir, TGB: Terus Berprestasi
Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir gelar wisuda bagi tamatan program sarjana Universitas Al-Azhar Mesir, Rabu (9/11/2022) di Al-Manar International Conference Center New Cairo Mesir.
Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyelenggarakan wisuda bagi tamatan program sarjana Universitas Al-Azhar Mesir, Rabu (9/11/2022) di Al-Manar International Conference Center New Cairo Mesir.
Sebanyak 886 orang mengikuti wisuda yang digelar setiap tahun. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Al-Dhuwaini, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Abu Zaid Al-Amir, Duta Besar RI di Kairo, M. Lutfi Rauf, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Prof. Dr. Bambang Suryadi, dan beberapa pejabat lainnya.
Selaku Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, TGB M. Zainul Majdi menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan atas capaian yang mereka peroleh dan berharap semoga mereka sukses dalam langkah ke depan. Sebagai apresiasi M. Zainul Majdi memberikan hadiah berupa uang tunai sejumlah 5.500 USD kepada 11 orang wisudawan yang memperoleh nilai mumtaz (cumlaude), masing-masing sebesar 500 USD.
“Jangan dilihat nominalnya yang tidak seberapa. Ini hanya sekadar untuk memotivasi agar mereka terus berprestasi ke depannya,” demikian kata pria yang akrab dipanggil TGB.

Salah seorang wisudawan terbaik, Nada Fitriah Bukhori mengaku terharu dan mengucapkan terima kasih tak terhingga atas penghargaan yang diberikan oleh TGB.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Univertas Al-Azhar, Abu Zaid Al-Amir menyebut TGB Zainul Majdi yang pernah menjabat gubernur NTB selama dua periode sebagai salah seorang putra Al-Azhar terbaik di Indonesia. Abu Zaid Al-Amir juga menyebut nama KH. Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 dan M. Quraish Shihab, Menteri Agama di era Presiden Suharto.
“Kami berharap para alumni Al-Azhar menjadi duta-duta Al-Azhar dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat, damai dan toleran,” pungkas Al-Amir.