Anggota MHM Prof Quraish Shihab: Dialog Prinsip Fundamental untuk Kesejahteraan Umat Manusia
Profesor Dr. M Quraish Shihab, anggota Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan Menteri Agama Republik Indonesia (1998), menegaskan bahwa dialog adalah prinsip fundamental yang ditetapkan Islam untuk kesejahteraan umat manusia. Allah SWT menyerukan kita untuk bekerja sama, dan kerja sama sejati hanya dapat dicapai melalui saling pengertian.
Ini sebagaimana yang difirmankan Allah: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal” (QS. 49:13).
Salah satu cara terpenting untuk mencapai saling pengertian ini adalah melalui dialog. Selain itu, perbedaan dan keberagaman merupakan bagian dari tatanan Ilahi. Ini sebagaimana firman Allah: “Dan kalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia satu umat, tetapi mereka tidak pernah berhenti berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanmu, dan untuk itulah Dia menciptakan mereka.” (Al-Quran, 11:118–119)
Berbicara dalam episode ketujuh program Ramadhan “Satu Umat”, yang disiarkan di seluruh platform media sosial MHM sepanjang bulan suci, Rabu (26/3/2025), Prof Quraish menjelaskan bahwa keberagaman yang dikehendaki Allah adalah keberagaman yang beraneka ragam—bukan keberagaman yang saling bertentangan. Oleh karena itu, dialog merupakan ajaran Islam yang utama; yakni upaya untuk memahami orang lain dan menjelaskan perspektif kita sendiri tanpa memaksakan pandangan kita kepada siapa pun.
Prof. Quraish lebih lanjut menegaskan bahwa perbedaan dapat menjadi sumber rahmat dan sarana untuk memperluas cakrawala umat. Bahkan, beberapa perbedaan di antara kita mungkin berasal dari pencarian kebenaran bersama—seperti perbedaan yang ada di antara para ulama tentang berbagai masalah hukum dan yurisprudensi. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengambil manfaat dari keberagaman kita dan menerimanya sebagai sumber kekuatan, bukan perpecahan atau konflik.
Sepanjang Ramadan, MHM menyiarkan lima program khusus di seluruh platform media sosialnya sebagai bagian dari strategi medianya untuk mempromosikan dan memperkuat nilai-nilai dialog, perdamaian, toleransi, dan koeksistensi. Program-program tersebut adalah: “Al-Imam Al-Tayeb”, “Satu Umat”, “Nilai-Nilai Kemanusiaan bersama Hukama”, “Bulan Koeksistensi yang Harmonis”, dan “Etika Kita”.