Ada Seminar Cara Menjadi Ahli Tata Bahasa, Pengunjung Padati Stan MHM pada Pameran Buku Internasional Kairo 2024
Fawzi Konate, lulusan Al-Azhar dan ulama dari Pantai Gading.
Pengunjung memadati Stan Majelis Hukama Muslimin pada Pameran Buku Internasional Kairo 2004 saat digelar seminar bertajuk "Bagaimana Menjadi Ahli Tata Bahasa: Dari Al-Ajrumiyyah ke Kitab?", Rabu (31/1/2024). Hadir sebagai narasumber Fawzi Konate, lulusan Al-Azhar dan ulama dari Pantai Gading.
Konate menekankan bahwa seseorang tidak terlahir sebagai ahli Nahwu. Pengetahuan diperoleh melalui pembelajaran. Menyoroti pentingnya mempelajari Nahwu, Dia mengkategorikan pembelajar ke dalam tiga tingkatan: pemula, menengah, dan lanjutan. Setiap tingkat mengikuti pedoman pendidikan tertentu, mewakili metode klasik Al-Azhar sebagai tangga pendidikan di bidang Nahwu.
Konate menjelaskan, para pemula hendaknya memulai dengan mempelajari “Pengenalan Al-Ajrumiyyah” khususnya syarah Al-Kafrawi. Tahap selanjutnya, mempelajari syarah Syekh Khalid Al-Azhari dan hasyiyah Abu al-Naja. Setelah menyelesaikan “Al-Ajrumiyyah”, para pemula hendaknya melanjutkan mempelajari “Qathr al-Nada” dengan syarahnya, terutama hasyiyah Ibnu Hisyam. Kemudian dilanjutkan ke “Shudhur al-Dhahab” dengan syarah Syekh Zakariya Al-Ansari.
Dia menambahkan bahwa siswa tingkat menengah bertransisi ke tahap berikutnya dengan mempelajari "Alfiyah" karya Ibnu Malik, yang berkembang melalui lima syarah karya Ibnu al-Nazim, Abu Hayyan, Al-Marradi, Ibnu Aqil, dan Al-Masalik. Setelah siswa menyelesaikan syarah tersebut, mereka maju ke tahap tertinggi, mempelajari "Tashil al-Fawa'id wa Takmil al-Maqsad" karya Ibnu Malik dengan syarah Ibnu Malik sendiri, dilanjutkan dengan hasyiyah Abu Hayyan yang terkenal dengan anotasi dan penyelesaiannya, Syarah Nazir al-Jaish, Syarah Al-Marradi, dan Syarah Ibn Aqil.
Konate menegaskan, seseorang baru diakui sebagai ahli Nahwu setelah membaca dan memahami kitab "Al-Kitab" karya Sibawaih, baik matan maupun syarahnya, dimulai dengan penjelasan "Al-Sirafi", dilanjutkan dengan "Al-Rumani" dan "Al-Ta'liqa" oleh Abu Ali Al-Farsi.
MHM berpartisipasi dalam Pameran Buku Internasional Kairo ke-55, dari 24 Januari hingga 6 Februari 2024 . Stan pameran MHM pada Pameran Buku Internasional Kairo menampilkan beragam koleksi publikasi. Stan ini juga akan menggelar serangkaian seminar, kegiatan, dan acara yang berfokus pada peningkatan nilai-nilai perdamaian dan hidup berdampingan bersama di antara seluruh umat manusia.
Paviliun MHM terletak di samping paviliun Al-Azhar di Hall 4 di Pusat Pameran dan Konferensi Internasional Mesir di Tajammu’ Khamis Kairo.