10 Tahun Rumah Bersama Keluarga Mesir, Imam Akbar: Ikhtiar Lindungi Tanah Air
Ketua Majelis Hukama Muslimin, Imam Akbar Ahmad Al-Tayeb hadiri perayaan 10 tahun berdirinya Rumah Bersama Keluarga Mesir. (foto: @AlAzhar)
Rumah Bersama Keluarga Mesir (Bayt al-‘Â’ilah al-Mishriyyah) hari ini merayakan 10 tahun pendiriannya. Rumah bersama ini berdiri di Kairo pada tahun 2011.
Perayaan 10 tahun berdirinya Rumah Bersama Keluarga Mesir dihadiri Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Ahmad Al-Tayeb yang juga Syekh Al-Azhar. Menurutnya, Bayt al-‘Â’ilah merupakan buah dari adanya kesepahaman yang mendalam antara Al-Azhar dan Gereja di Mesir.
“Hari ini kita memperingati sepuluh tahun berdirinya Bayt al-‘Â’ilah, sebuah wadah yang merupakan buah dari kesepahaman yang mendalam antara Al-Azhar dan gereja-gereja,” kata Syekh Al-Azhar di hadapan peserta yang menghadiri perayaan, Senin (8/11/2021).
"Bayt al-‘Â’ilah didirikan sebagai ikhtiar untuk melindungi tanah air dari fitnah dan kekacauan yang dapat mengakibatkan pelbagai persoalan baru dan membuat warga Mesir pergi meninggalkannya," sambungnya.
Gagasan untuk mendirikan Bayt al-‘Â’ilah, muncul di sela-sela utusan resmi Al-Azhar bertakziah atas korban peristiwa ledakan Gereja Qiddisin di Iskandariah, Mesir, 2011. Saat itu, delegasi Al-Azhar dipimpin oleh Dr. Mahmoud Hamdy Zaqzouq, anggota Majelis Hukama Muslimin, yang kemudian menjadi Sekretaris Jenderal Bayt al-‘Â’ilah hingga wafatnya pada 2021.
Rumah Bersama Keluarga Mesir dipimpin bersama oleh Syekh Al-Azhar dan Paus Gereja Ortodoks dan beranggotakan sejumlah tokoh agama Islam yang ditunjuk oleh Syekh Al-Azhar dan tokoh-tokoh agama Kristen yang ditunjuk oleh Paus Gereja Ortodoks Mesir.