"Kontribusi Mu'tazilah bagi Pengembangan Teologi Islam", Buku Terbaru Penerbitan Al Hokama Hadir di Pameran Buku Internasional Kairo
.
Stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Pameran Buku Internasional Kairo memamerkan beberapa publikasi terbarunya di 2025. Di antaranya adalah "Naseeb al-Mu'tazilah fi Tatwir 'Ilm al-Kalam" ("Kontribusi Mu'tazilah bagi Pengembangan Teologi Islam"), yang ditulis oleh Mohammed al-Sayed Naeem, seorang sarjana dari Al-Azhar.
Melalui siaran pers, Sabtu (1/2/2025), MHM menjelaskan bahwa publikasi ini menyelidiki peran Mu'tazilah dalam memajukan teologi Islam, khususnya berfokus pada kontribusi intelektual mereka. Dr. Mohammed Naeem menjelaskan berbagai kontribusi mereka terhadap wacana teologi Islam, interaksi mereka dengan pemikiran filosofis, dan bagaimana mereka memanfaatkan perdebatan dengan berbagai sekte Islam untuk memperkaya posisi teologis mereka.
Buku ini disusun menjadi pendahuluan, dua bagian utama, dan kesimpulan. Pendahuluan memberikan ringkasan dan referensi sumber-sumber yang dikonsultasikan selama penelitian. Pendahuluan juga menyajikan pendahuluan tentang akidah Islam sebelum keterlibatannya dengan budaya lain, mengeksplorasi perbedaan pendapat di antara para sahabat Nabi yang terhormat, semoga Allah berkenan kepada mereka, penyebab perpecahan ini, dan perdebatan tentang masalah doktrinal tertentu, seperti implikasi dari melakukan dosa besar.
Bagian pertama, berjudul "Interaksi Umat Muslim dengan Bangsa Lain dan Dampaknya," meneliti bagaimana keyakinan non-Islam menyusup ke dalam doktrin Muslim karena interaksi mereka dengan budaya lain. Bagian ini merinci bagaimana akidah Islam dikelilingi oleh ancaman, yang mengharuskan pembela yang gigih untuk melindunginya dan melawan argumen musuh yang dipersenjatai dengan logika dan filsafat dan terlibat dalam perdebatan dan wacana yang intens. Kaum Mu'tazilah muncul sebagai pembela ini, dengan cekatan melawan lawan doktrinal mereka menggunakan senjata intelektual yang sebanding. Analisis ini diperluas menjadi empat bab.
Bagian kedua, berjudul "Prinsip dan Pendekatan Mu'tazilah," menyelidiki kontribusi Mu'tazilah terhadap penelitian teologis dan pendekatan metodologis mereka. Bagian ini membahas pemeriksaan mereka terhadap hakikat, sifat-sifat Tuhan, hubungan dengan ciptaan, dan tindakan moral subjek-Nya, termasuk pahala atau hukuman yang telah ditentukan sebelumnya. Bagian ini menyoroti lima prinsip inti yang menjadi pusat mazhab Mu'tazilah, yang membentuk wacana mereka dan menjadi dasar kesepakatan dan perdebatan dengan para cendekiawan lainnya.
Kesimpulan, sebagaimana yang ditarik oleh penulis, menekankan bahwa teologi Islam mengalami perkembangan yang signifikan melalui Mu'tazilah dalam dua aspek utama. Dari sudut pandang objektif, Mu'tazilah membahas banyak isu teologis yang muncul dari inti dan prinsip-prinsip teologis turunan mereka tentang sifat Tuhan, sifat-sifat-Nya, interaksi-Nya dengan ciptaan, dan tindakan manusia, beserta akibat ilahiahnya. Dari perspektif metodologis, mereka mengutamakan pemikiran rasional, menyusun argumen berdasarkan logika, menggabungkan wawasan filosofis, dan mendukung pandangan mereka dengan bukti tertulis, terkadang menafsirkan teks-teks ini dengan cara yang selaras dengan kesimpulan rasional bahkan ketika mereka menyimpang dari interpretasi tradisional.
MHM berpartisipasi dengan stan khusus di Pameran Buku Internasional Kairo ke-56, yang berlangsung dari 23 Januari hingga 5 Februari 2025. Stan tersebut menampung sejumlah besar publikasi terkemuka MHM, selain menyelenggarakan serangkaian seminar, kegiatan, dan acara yang difokuskan pada promosi nilai-nilai kebaikan, cinta, kedamaian, dan koeksistensi di antara semua orang.
Stan MHM terletak di Pameran Buku Internasional Kairo di sebelah stan Al-Azhar Al-Sharif, di Heritage Hall (Aula No. 4), di Pusat Pameran Internasional Mesir di Permukiman Kelima.