Dr. Khalid Maqbool Siddiqui, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Federal Republik Islam Pakistan, mengunjungi paviliun Majelis Hukama Muslimin di Pameran Buku Internasional Karachi, Senin (22/12/2025). Selama kunjungan tersebut, Menteri meninjau sejumlah publikasi intelektual MHM yang beragam dan memuji peran lembaga ini dalam mempromosikan nilai-nilai dialog, pemahaman, dan kesadaran intelektual.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan simposium ketiga dalam Pameran Buku Internasional Karachi 2025, Senin (22/12/2025). Simposium ini mengangkat tema: “Peran Lembaga Islam dalam Mempromosikan Dialog Antar-Islam.”
Baca selanjutnya>Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, menerima anggota dewan juri Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia 2026 di Al-Azhar, Kairo, Selasa (10/12/2025). Mereka terdiria atas Kepala Administrasi Presiden Republik Uzbekistan Saida Mirziyoyeva; mantan Presiden Dewan Eropa Charles Michel; Sekretaris Jenderal Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia Konselor Mohamed Abdelsalam; dan mantan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat.
Baca selanjutnya>Pakar AI dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Mardhani Riasetiawan menggarisbawahi pentingnya mengembalikan AI (Artificial Intelligence) pada definisinya. Menurut Mardhani, AI biasa diterjemahkan sebagai kecerdasan buatan, kecerdasan artifisial, atau akal imitasi. Dari konteks pengertian ini, bisa diketahui apakah definsi AI selama ini cenderung over estimation, over expectation, atau sudah pas pada posisinya.
Baca selanjutnya>Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Noorhaidi Hasan menjelaskan bahwa dampak kehadiran media baru terhadap Islam sudah diprediksi para ilmuan sejak lama. Salah satu dampak itu adalah fragmentasi otoritas keagamaan. Namun demikian, kata Noorhaidi, fragmentasi otoritas keagamaan bisa bermakna ganda. Satu sisi bisa disebut demokratisasi agama.
Baca selanjutnya>
























