Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, bertemu Kepala Institut Islam Moskow, Profesor Damir Mukhetdinov, di ibu kota Rusia, Moskow, Jumat (4/10/2024). Keduanya membahas strategi memperkuat kerja sama dalam riset dan studi strategis yang bertujuan untuk mempromosikan pemikiran moderat yang tercerahkan dan menyajikan warisan dan budaya Islam dengan cara yang beradab berdasarkan nilai-nilai toleransi, hidup berdampingan, dan saling menghormati. Keduanya juga menekankan pentingnya menegakkan prinsip-prinsip moderasi dan keterbukaan terhadap berbagai budaya dunia.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam bertemu Profesor Vitaly Naumkin, Presiden Institut Studi Oriental di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dan Direktur Institut Dr. Ali Akbar Ali Akbarov, selama kunjungannya ke Federasi Rusia, Rabu (2/10/2024). Pertemuan tersebut membahas bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama dan menjajaki strategi meningkatkan kerja sama dan bertukar keahlian akademis dalam penelitian dan studi strategis terkait dialog antar agama dan antar budaya.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam bertemu Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Penasihat Khusus untuk Pencegahan Genosida, Alice Wairimu Nderitu, Senin (30/9/2024). Kedua tokoh ini berdiskusi tentang upaya memperkuat kerja sama dalam mempromosikan dan menanamkan budaya toleransi dan hidup berdampingan antarmanusia. Isu ini penting sebagai tanggapan terhadap penyebaran ujaran kebencian, intoleransi, dan diskriminasi yang semakin meluas. Mereka juga menjajaki mekanisme yang efektif untuk melawan isu-isu ini, yang menimbulkan ancaman serius di seluruh dunia.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, berpartisipasi dalam Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Kepercayaan dan Tata Kelola Global: Aksi Iklim, Menautkan KTT PBB untuk Masa Depan dengan COP29, Kamis (26/9/2024). Pertemuan ini diadakan di sela-sela sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, 25-26 September 2024.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, bertemu Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Kota Vatikan, (Senin, 23/9/2024). Pertemuaan ini berlangsung bersamaan dengan KTT untuk Masa Depan yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di kantor pusatnya, New York, 22 - 23 September. Keduanya membahas hubungan bilateral dan inisiatif bersama yang bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan nilai-nilai dialog, toleransi, koeksistensi, dan perdamaian.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyayangkan dan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas serangan udara yang dilakukan pasukan Israel di Lebanon selatan. Serangan itu telah mengakibatkan banyak kematian dan cedera.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimim (MHM) mengakhiri partisipasi pertamanya pada Pameran Buku Internasional Baghdad, 12 – 22 September 2024. MHM mendapat apresiasi luas atas upayanya dalam menyebarkan dan membangun budaya toleransi dan hidup berdampingan secara damai, membangun jembatan komunikasi, dialog, dan pemahaman, serta meningkatkan nilai-nilai dialog antar-Islam.
Baca selanjutnya>Paviliun Majelis Hukama Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Baghdad mengakhiri program budayanya, yang berlangsung sepanjang acara, dengan seminar berjudul "Tindak Lanjut dan Gagasan tentang Dialog di Kalangan Umat Saat Ini dan Masa Depan", Minggu (22/9/2024). Seminar ini menghadirkan narasumber, Sheikh Jawad Al-Khalisi, seorang tokoh agama terkemuka di Irak, dan Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama.
Baca selanjutnya>Majelis Hukama Muslimini (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengintensifkan upaya bersama untuk menyebarkan budaya perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan antarmanusia dalam menanggapi perang, konflik, dan pertikaian yang terus berlangsung dan menelan banyak korban, cedera, serta menyebabkan orang-orang mengungsi dari rumah dan negara mereka.
Baca selanjutnya>Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menyoroti peran penting yang telah dimainkan para pemimpin agama sepanjang sejarah sebagai pemandu moral, yang mengarahkan umat manusia menuju hidup berdampingan secara damai. Ia mencatat bahwa mereka sangat penting dalam menegakkan kerangka moral masyarakat dan individu. Abdelsalam menekankan hubungan erat antara agama dan etika, menjelaskan bahwa banyak orang beragama melihat nilai-nilai moral mereka tidak dapat dipisahkan dari keyakinan mereka, yang menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip agama dalam membentuk perilaku etis.
Baca selanjutnya>












