Peringatan Hari Literasi, MHM: Pendidikan Hak Setiap Manusia
Selamat Hari Literasi Internasional
Hari Literasi Internasional diperingati setiap 8 September. Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang diketuai Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb menekankan bahwa pendidikan adalah hak setiap manusia untuk membangun masyarakat yang lebih damai, berkeadilan, dan berkelanjutan.
MHM memandang bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah membekali manusia dengan banyak perangkat pengetahuan sejak awal penciptaan. Manusia dibekali pendengaran, penglihatan, dan akal yang harus diberdayakan untuk pengabdian masyarakat.
Dalam keterangan persnya memperingati Hari Aksara Internasional yang diperingati oleh dunia setiap tanggal 8 September, MHM juga menyinggung bahwa
"Islam adalah agama ilmu dan pengetahuan. Ayat Al-Qur’an pertama yang turun kepada Nabi Muhammad saw. adalah perintah untuk membaca. Membaca adalah kunci untuk membuka khazanah ilmu pengetahuan," demikian penegasan MHM melalui keterangan persnya, Jumat (8/9/2023).
Allah Swt. Berfirman:
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ.
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (QS al-‘Alaq [96]: 1).
Dalam pandangan Islam, belajar dan mencari ilmu adalah jalan menuju surga. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis Nabi saw, “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.” (HR Muslim).
Dalam momentum peringatan Hari Aksara Internasional 2023, MHM menegaskan kembali pentingnya melakukan langkah nyata untuk memberantas buta aksara karena membaca merupakan hak bagi setiap orang. Membaca juga merupakan sarana penting menuju kebangkitan dan kemajuan masyarakat.
MHM juga mengajak semua pihak untuk memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendedikasikan dirinya dalam menebarkan cahaya keilmuan dan memerangi kebodohan dan buta aksara. Apresiasi juga disanpaikan kepada mereka yang menyediakan kesempatan belajar yang sesuai bagi seluruh umat manusia.
Di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, MHM telah dan akan terus melakukan langkah dan upaya memberantas buta aksara, meluruskan pemahaman yang keliru terhadap teks-teks agama, dan meng-counter pemikiran-pemikiran ekstrem melalui berbagai media dan buku.
Ada lebih dari 165 judul buku Majelis Hukama Muslimin yang diterbitkan oleh penerbit Dar al-Hukama. Penerbitan buku-buku tersebut dimaksudkan untuk meluruskan pemahaman keagamaan, mengukuhkan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan koeksistensi.