Menteri Toleransi UEA Apresiasi Paviliun Iman di COP28
Menteri Toleransi dan Koeksistensi UEA Yang Mulia Syekh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan
Uni Emirat Arab (UEA) akan menjadi tuan rumah Conference of the Parties 28 (COP28) pada November 2023. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, COP28 di UEA akan dimeriahkan juga dengan penyelenggaraan Paviliun Iman yang diinisiasi Majelis Hukama Muslimin (MHM).
Paviliun Iman akan menjadi rangkain kegiatan menuju COP28, menandai keterlibatan tokoh agama guna mengambil langkah strategis dalam menghadapi krisis perubahan iklim.
Paviliun Iman di COP28 diapresiasi Menteri Toleransi dan Koeksistensi UEA Yang Mulia Syekh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan. Menurutnya, Paviliun Iman merupakan peluang yang signifikan untuk meningkatkan peran agama dalam mengatasi perubahan iklim.
"Kementerian Toleransi dan Koeksistensi dengan senang hati mendukung Paviliun Iman di COP28 bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin (MHM) dan Kepresidenan COP28," demikian dikutip dari siaran pers MHM, Rabu (2/8/2023).
Dalam siaran pers tersebut, disebutkan bahwa Menteri Toleransi dan Koeksistensi UEA bahkan menekankan bahwa Paviliun Iman akan menjadi platform untuk meluncurkan inisiatif dan gagasan yang diajukan oleh para pemimpin agama dengan upaya semua bangsa dan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.
"Paviliun Iman akan menjadi platform inklusif bagi para pemimpin agama terkemuka dari seluruh dunia untuk berbagi wawasannya masing-masing," sebut Yang Mulia Syekh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan.
Menteri Toleransi menggarisbawahi, perubahan iklim dan dampaknya terhadap planet ini menjadi perhatian semua orang. Semua itu akan mempengaruhi umat manusia.
Mewakili Pemerintah, Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menegaskan komitmen Presiden UEA, untuk memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan mulia COP28 dalam menjaga planet Bumi. Hal ini, jelasnya, membutuhkan upaya bersama dari semua negara dalam menghadapi perubahan iklim, karena sangat berdampak baik pada masa kini dan masa depan umat manusia.
Yang Mulia Sheikh Nahyan juga menyampaikan penghargaan atas upaya luar biasa dari Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA bersama berbagai negara di seluruh dunia.
Penyelenggaraan Paviliun Iman kali pertama pada COP28 mencerminkan keyakinan kuat Uni Emirat Arab dan kepemimpinan Presidennya yang bijak dalam melibatkan semua segmen masyarakat untuk mencapai solusi praktis terhadap perubahan iklim. Keyakinan ini sejalan dengan pengakuan akan pentingnya suara para pemuka agama dalam menghadapi tantangan global, khususnya dampak negatif perubahan iklim.
"Kementerian Toleransi dan Koeksistensi, dengan kekayaan pengalaman dan kapasitasnya untuk melibatkan para pemimpin agama, bersama dengan rencana dan programnya yang komprehensif, dengan senang hati mendukung Paviliun Iman di COP28 bekerja sama dengan MHM dan Kepresidenan COP28," tegas Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
"Mendukung dialog antaragama adalah salah satu prioritas utama Kementerian Toleransi, yang mencakup mempromosikan nilai-nilai toleransi, koeksistensi, perdamaian, dan persaudaraan manusia," sambungnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal dan Perwakilan Khusus Kepresidenan UEA untuk konferensi COP28 Majid Al Suwaidi, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. MoU ini bertujuan untuk membangun sebuah organisasi yang kuat dan kemitraan berkelanjutan yang berfokus pada mempromosikan dialog antaragama dan kelestarian lingkungan.
Nota kesepahaman juga menyoroti kolaborasi antara kedua belah pihak bersama Kementerian Toleransi dan Koeksistensi UEA, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan mitra internasional terkait lainnya, untuk menyelenggarakan serangkaian acara dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan peran tokoh agama dalam mengatasi dampak negatif perubahan iklim menjelang acara 'Road to COP28'.
Majid Al Suwaidi mengakui peran penting yang dapat dimainkan oleh para pemimpin dan perwakilan agama dalam menghadapi berbagai tantangan kontemporer.