Hari Pengentasan Kemiskinan, MHM Ajak Wujudkan Keadilan Sosial
Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia. Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang diketuai Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb menekankan perlunya mewujudkan keadilan sosial dan melakukan langkah untuk meringankan penderitaan yang dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia akibat kemiskinan.
"MHM juga mengajak masyarakat dunia untuk membantu menyediakan kehidupan yang layak bagi mereka dan keluarganya tanpa terkecuali," demikian keterangan MHM dalam rilisnya, Selasa (17/10/2023).
MHM menyatakan bahwa dunia saat ini menghadapi banyak tantangan seiring meningkatnya perang dan konflik yang secara langsung berkontribusi memperlebar kesenjangan ekonomi dan menaikkan jumlah orang miskin, pengungsi, dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal. MHM mengajak semua pihak untuk menyantuni dan meringankan beban mereka yang merupakan kewajiban setiap orang terhadap saudara sesama manusia, terutama orang yang mampu dan berkecukupan.
Dokumen Persaudaraan Manusia—yang ditandatangani bersama oleh Syekh Al-Azhar dan Ketua MHM Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dengan Pemimpin Gereja Vatikan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 2019—menegaskan bahwa krisis besar yang sedang dialami oleh dunia dan ketidakadilan distribusi sumber daya alam yang dimonopoli oleh segelintir orang kaya dan tidak dirasakan oleh sebagian besar penduduk bumi, telah dan terus mengakibatkan bertambahnya jumlah orang sakit, miskin, dan meninggal dunia. Sementara, dunia masih menunjukkan sikap diam yang tidak dapat diterima mengenai krisis-krisis yang menyebabkan jutaan orang di seluruh dunia mati kelaparan.
"Majelis Hukama Muslimin terus melakukan upaya besar untuk menekan konflik dan pertikaian, menegakkan nilai-nilai keadilan, dan menyebarkan kedamaian dan perdamaian, toleransi, dan hidup berdampingan dengan cara yang dapat berkontribusi terhadap tercapainya solidaritas sosial, serta mempererat persaudaraan antarumat manusia tanpa melihat perbedaan dan keberagaman mereka," jelasnya.
"Langkah dan upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan membantu masyarakat miskin dan orang-orang yang membutuhkan," tutupnya. []